Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Januari 2013

Tinjau Banjir di Penjaringan, JK: Air Belum Surut Karena Rob

Tinjau Banjir di Penjaringan, JK: Air Belum Surut Karena Rob


Jakarta - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla meninjau lokasi banjir di Penjaringan, Jakarta Utara. Menurut JK, belum surutnya air di Penjaringan, Jakarta Utara, disebabkan oleh rob.

"Ini yang terjadi di utara karena dekat laut dan terjadi rob," ujar Jusuf Kalla di Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (20/1/2013).

Mantan wakil presiden ini menambahkan, PMI saat ini masih memprioritaskan penyaluran bantuan makanan dan air mineral kepada warga di Penjaringan dan Pluit. PMI pun akan menambah pasokan makanan bagi para penduduk.

"Selama bisa makan tidak jadi soal," terangnya.

Berdasarkan pantuan detikcom, JK datang bersama pengusaha Sofyan Wanandi. Ia menaiki perahu karet dan berkeliling memantau korban banjir.

Air di sekitar Penjaringan dan Pluit masih setinggi dada orang dewasa. Beberapa warga menggunakan perahu rakitan seadanya untuk mengangkut barang-barangnya.

SBY Gelar Rapat di Lokasi Pengungsian Banjir, Jokowi Presentasi

SBY Gelar Rapat di Lokasi Pengungsian Banjir, Jokowi Presentasi


Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar rapat penanganan banjir di DKI Jakarta bersama sejumlah menteri dan pejabat Pemprov DKI. Gubernur DKI Joko Widodo dan pejabat lainnya presentasi soal kondisi terkini di DKI.

Pantauan detikcom, rapat digelar di area pengungsi banjir di pelataran GOR Otista, Jl Otista, Jakarta Timur, mulai pukul 13.30 WIB. Ruang rapat itu cukup sederhana, hanya ditutupi tenda berwarna hijau. Wartawan hanya diperkenankan meliput awal acara.

Pejabat yang hadir terdiri dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri PU Djoko Kirmanto, Kepala BNPB Samsul Maarif, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

Di awal rapat, SBY mendengarkan presentasi dari tiga pejabat, yakni Kepala BNPB Samsul Maarif, Gubernur DKI Jokowi dan Menteri PU Djoko Kirmanto. Semua menyampaikan kondisi banjir terkini. Khusus Jokowi, dia menyampaikan soal solusi banjir yang akan ditempuh Pemprov DKI.

"Ada beberapa hal yang saya sampaikan, terkait Latuharhary, hari ini Insya allah selesai," kata Jokowi yang tampil berkemeja putih.

"Di UOB sudah dikerahkan untuk menyedot air dari basement, basement kedua tinggal separuh dan mudah-mudahan tidak ada korban lagi," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan bahwa ancaman banjir masih bisa mengancam di tahun yang akan datang. Karena itu, pemerintah pusat diminta bantuannya untuk menyelesaikan program-program yang sudah direncanakan Jokowi.

"Usulan normalisasi kali Ciliwung, kami siap untuk pembebasan tanah dengan anggaran Rp 250 miliar, Pesanggarahan, Angke, Sunter Rp 400 miliar. Kedua, terkait sudetan dari Bidara Cina ke BKT, ini sangat membantu sekali kami mohon agar segera dikerjakan," jelasnya.

Tak lupa, Jokowi juga mengingatkan pentingnya segera membangun waduk Ciawi dan Cimanggis. Soal pompa air di Pluit, Jakarta Utara, juga sudah disampaikan.

"Tahun ini sungai-sungai kecil akan dilakuan pengerukan, TNI sudah disiapkan dan nanti akan dibangun sumur resapan 10 ribu," terangnya.

Akses Tertutup Banjir, Jenazah Pratiwi Diangkut Kendaraan Perang Amfibi

Akses Tertutup Banjir, Jenazah Pratiwi Diangkut Kendaraan Perang Amfibi


Jenazah Pratiwi sebelum diangkut kendaraan perang Amfibi(Foto: M Taufiqqurahman/detikcom)
Jakarta - Banjir di kawasan Pluit, Jakarta Utara, yang tinggi mempersulit langkah evakuasi. Karena tingginya genangan air, jenazah Pratiwi tak bisa diangkut dengan ambulans atau perahu, tapi harus mengunakan kendaraan perang Amfibi.

Pratiwi dirawat sejak dua minggu lalu di RS Pluit karena kanker. Hari ini, Minggu (20/1/2013), ia meninggal. Berbalut kain mori dan ditutup payung hujan, jenazah diangkut dengan menggunakan perahu melintasi genangan air sebetis.

Di Penjaringan, akhirnya jenazah dioper ke Amfibi untuk mempercepat dan mempermudah pangangkutan. Sejumlah warga membantu proses pemindahan jenazah. Kemudian warga mengiringi kendaraan tersebut.

Jenazah akan dibawa ke Pelabuhan Sunda Kelapa, sekitar 3 km dari RS Pluit. Di sana, keluarga sudah menunggu. Rencananya, hari ini juga jenazah akan dimakamkan.

Pluit termasuk kawasan terparah yang terkenak banjir. Marinir TNI AL mengerahkan tiga kendaraan Amfibinya. Selain untuk mengevakuasi, kendaraan tersebut juga digunakan untuk menyuplai logistik ke warga yang masih bertahan